Call For Innovation!

Urban Innovation Challenge

"Menjalin Langkah Kolektif Menciptakan Kota Berketahanan"

Urban Innovation Challenge (UIC) adalah suatu program kolaborasi antara UNDP Accelerator Lab Indonesia dengan Ecoxyztem untuk mengatasi masalah pembangunan yang dihadapi oleh komunitas akar rumput (grass root) di seluruh kota-kota di Indonesia. Program ini mendorong para pengembang atau organisasi yang aktif berpartisipasi untuk bersama-sama menciptakan solusi langsung dengan masyarakat di daerah tersebut. UIC bertujuan untuk menciptakan kontribusi dalam mengatasi masalah pembangunan perkotaan dengan mendorong inovasi, memanfaatkan dan meningkatkan solusi akar rumput, berkolaborasi dengan masyarakat yang terkena dampak agar menjadi lebih tangguh dan menciptakan dampak yang berkelanjutan pada masyarakat.

Mengingat situasi Covid19 rangkaian kegiatan akan dilaksanakan secara online.

Pendaftaran Ditutup: 21 November 2021
Countdown:
Daftar Sekarang
Unduh TOR

Latar Belakang

Sebagai negara dengan tingkat urbanisasi tercepat di Asia (4,1% per tahun), Indonesia juga rentan akan ancaman bahaya (hazard) seperti banjir, topan, kenaikan muka air laut dan lain sebagainya. Untuk menciptakan ketahanan bagi daerah perkotaan dari bahaya tersebut – Di Anthropocene, agen manusia harus ditempatkan pada inti dari proses perubahan dan transformasi. Lebih jauh lagi, melalui kesetaraan, inovasi, dan pengelolaan alam masing-masing—dan, yang lebih penting, bersama-sama—manusia dapat terbebas dari labirin ketidakseimbangan antara manusia dan bumi. Dengan rasa gotong-royong yang kuat dan berakar pada nilai-nilai Indonesia, berbagai aktor dan pemangku kepentingan dapat bersama-sama menciptakan inovasi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkotaan menuju masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.

Topik Utama

Program ini memiliki 3 (tiga) topik utama yang beririsan erat dengan upaya penciptaan kota berketahanan. Solusi yang komunitas/organisasi Anda ajukan dapat dikategorikan ke dalam satu topik atau memiliki irisan dengan topik lainnya:

Kota Cerdas (Smart City)

Inovasi kota cerdas yang diharapkan adalah penerapan teknologi informasi dan digitalisasi yang adaptif (mudah, sederhana, dan sesuai dengan konteks sosial-masyarakat) dalam memitigasi ataupun menanggulangi dampak bahaya. Dengan begitu upaya transformasi digital yang diterapkan diharapkan dapat menciptakan peningkatan kapasitas, inovasi, dan partisipasi pada tata kelola pemerintahan, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan kota berketahanan. Dengan demikian dapat dibangun tata kelola pemerintahan yang dapat mendukung upaya penanggulangan bahaya (hazard) secara efektif dan cepat. Proses ini tentunya dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari inovasi.

Contoh aktivitas:

  • Penggunaan sosial media untuk pembelajaran bencana masyarakat.
  • Pemetaan daerah rawan bencana kelurahan menggunakan peta open source.
  • Sistem early warning banjir partisipatif berbasis aplikasi pesan (Cth: Whatsapp).
Smart City SDG

Pengelolaan Sampah

Dengan populasi sebesar 273 Juta, Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia dan pencemar plastik terbesar kedua setelah Tiongkok (KLHK: 2020). Setiap tahunnya terdapat 13,4 juta Ton sampah yang tidak dikelola (SIPSN 2020). Berdasarkan estimasi LIPI, terdapat 600.000 sampah yang tidak terkelola mengalir ke laut (Jakarta Post 2021). Dengan situasi perubahan iklim yang tidak menentu, dalam keadaan banjir sampah-sampah yang berada di perairan atau drainase mungkin menghambat aliran dan berdampak terhadap komunitas. Dengan demikian peran komunitas (misalnya: rumah tangga atau pasar) sebagai penghasil sampah dalam manajemen persampahan sangat krusial, pada utamanya dalam mencegah sampah berada di saluran air dan perairan. Aksi-aksi lain dalam menanggulangi kontaminasi sampah yang telah masuk di saluran air dan perairan juga dapat dilakukan.

Contoh aktivitas

  • Pemasangan jaring penangkap sampah sepanjang aliran sungai.
  • Penerapan manajemen sampah terpadu tingkat pasar.
  • Mempopulerkan penggunaan tempat makan pribadi pada take-away kios makanan.
Pengelolaan Sampah SDG

UKM & Digitalisasi

Dua dari tiga orang bekerja dalam UMKM (OECD 2019). Ketika bencana/bahaya mengancam, UMKM terdampak dengan keras, merugi lebih lama, dan pulih lebih lama daripada bisnis skala besar. Dalam pandemi COVID-19 misalnya, terdapat 30 juta UMKM yang bangkrut (KADIN 2021). Namun, berdasarkan pengamatan OECD, digitalisasi dan kerja jarak jauh merupakan kebijakan yang berpotensi untuk mengurangi dampak dari bahaya yang berdampak kepada UMKM. Dengan demikian membangun ekosistem digital yang inklusif menjadi penting dalam menciptakan ketahanan bagi UMKM.

Contoh aktivitas

  • Pemasangan QRIS pada pedagang pasar.
  • Sosialisasi penggunaan aplikasi pesan (Whatsapp Business) untuk pedagang pasar.
  • Sosialisasi pencatatan keuangan berbasis software.
UKM SDG

Kriteria Peserta

Target peserta dari program ini adalah komunitas/organisasi yang memiliki solusi inovatif terhadap penyelesaian masalah urban yang masih dalam tahap pengembangan awal, terutama solusi yang menyangkut 3 topik utama di atas.

UIC Target Peserta

Ketentuan Peserta

  • Beranggotakan minimal 3 (tiga) orang mewakili komunitas/organisasi.
  • Tim diwajibkan beranggotakan laki-laki dan perempuan (memperhatikan keseimbangan-gender).
  • Anggota tim berusia 16 sampai 30 tahun.
  • Menyerahkan persyaratan pendaftaran dan administrasi sesuai ketentuan melalui formulir online.

Persyaratan pendaftaran

Setiap komunitas/organisasi perlu menyediakan:

  • Informasi organisasi/komunitas.
  • Informasi identitas anggota.
  • Deskripsi Latar Belakang [berisikan permasalahan yang diangkat beserta data-data pendukung dalam 100-200 kata (maks. 2000 karakter)].
  • Deskripsi Solusi [jelaskan apa ide solusi inovatif yang dimiliki dalam 100-200 kata (maks. 2000 karakter)].
  • Deskripsi Komunitas Penerima Manfaat [siapa yang jadi penerima manfaat dari solusi anda dan seberapa besar potensi perubahan/dampaknya dalam 100 kata (maks. 1000 karakter)].
  • Linimasa Pengembangan.
  • Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
  • (Opsional) presentasi, video, atau foto yang dapat menjelaskan program/solusi.

Kriteria Seleksi

Seluruh solusi yang terdaftar melalui formulir pendaftaran akan diseleksi menjadi 10 (sepuluh) finalis yang akan ikut serta dalam tahapan selanjutnya. Kriteria yang diharapkan dari solusi inovatif adalah sebagai berikut:

  • Program/solusi yang diajukan perlu berada pada kawasan metropolitan atau perkotaan di Indonesia. Daerah perkotaan yang diprioritaskan antara lain Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta
  • Memiliki kecocokan antara masalah dan solusi
  • Program/Solusi dapat diimplementasikan dalam waktu 6 bulan pada tahun 2022
  • Memiliki dampak nyata bagi penerima manfaat
  • Program/Solusi berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut
  • Program/Solusi yang dirancang dapat diimplementasikan pada tingkat komunitas. Lingkup komunitas dapat diartikan sebagai batasan administratif (RT/RW/Kelurahan, dst), kawasan adat, kesamaan minat (agama, kesamaan profesi, dll) dan berdasarkan kerentanan (wanita, disabilitas, miskin kota, kawasan rentan bencana dll)

Solusi yang didaftarkan akan diseleksi oleh para juri yang sudah berpengalaman terkait solusi urban.

Mengapa Harus Mendaftar?

🏆 3 Ide terbaik

  • Ikut serta dalam program pengembangan kapasitas UNDP.
  • Mendapatkan pendanaan eksperimentasi melakukan tahap tes dari solusi inovatif.

💡 10 besar finalis

  • Mengikuti workshop untuk memperkuat kapasitas tim.
  • Mentoring dengan ahli yg berpengalaman membangun solusi kolaboratif.
  • Finalis akan mempresentasikan solusinya saat Demo day.

📜 Seluruh pengajuan solusi yang diterima

  • Seluruh tim yang mengisi formulir pendaftaran akan diajak untuk memasukan solusi inovatifnya ke dalam platform pemetaan solusi.
  • Solusi yang diajukan berpotensi untuk diikutsertakan ke dalam publikasi UNDP kedepannya yang akan dipublikasikan ke khalayak umum dalam partner skala nasional, regional, juga global.

Timeline

UIC Image Timeline

Bootcamp merupakan serangkaian acara yang terdiri dari :

  • Pra-Bootcamp
  • Workshop 1: Inovasi Inklusif dan Akar Rumput
  • Workshop 2: Penulisan Proposal dan Pitchdeck yang Efektif
  • Asistensi proposal 1
  • Asistensi proposal 2
  • Pengajuan Proposal dan Pitchdeck

Narahubung

  • Ratna +6281299004055 (ratna@ecoxyztem.com)
  • Ajit +6285810000761 (indrajit.joyosumarto@undp.org)

The Organizer

UNDP

Logo UNDP

About UNDP Accelerator Labs

UNDP Accelerator Labs is the world's largest and fastest learning network on sustainable development challenges. The Indonesian chapter of Accelerator Labs is among 91 Labs in 115 countries that create actionable intelligence and test solutions with national partners. The Accelerator Labs are designed to close the gap between the current practices of international development at an accelerated pace of change. They model a new capability to make breakthroughs on the future of development: inequality, decarbonization, the 4th industrial revolution, and new forms of governance.

Ecoxyztem

Logo Ecoxyztem

About Ecoxyztem Venture Builder

Ecoxyztem is a venture builder specializing in the ClimateTech verticals, a joint venture between Greeneration Indonesia, a pioneering organization in environmental issues, and Impacteam, a social impact consultancy. Sharing the mutual concern on how to accelerate environmental solutions to the environmental problems. Ecoxyztem enables ecopreneurs to solve climate challenges at scales and work with entrepreneurs through their development stages with venture building methodology: X-Seed program, Ympact Lab, and Zinergi Platform. More info could be obtained at www.ecoxyztem.com.